Minggu, 24 Oktober 2010

Fahma Waluya : Generasi HEBAT Indonesia..!!

Pelajar Indonesia bernama Fahma Waluya (12) dan adiknya Hania Pracika (6) memecahkan Rekor Lomba Software APICTA (Asia Pacific ICT Alliance Awards) Internasional. Kakak beradik tersebut menjadi peserta termuda yang meraih juara (winner) APICTA Awards internasional yang diadakan sejak tahun 2001.
APICTA diikuti oleh 16 negara antara lain Australia, Brunei, China, Hong Kong, India, Indonesia, Korea, Macau, Malaysia, Myanmar, Pakistan, Filipina, Singapura, Sri Lanka, Thailand dan Vietnam.



Fahma, demikian dia biasa disapa dengan bangga memamerkan aplikasi buatannya, di acara peresmian kerjasama antara ITB dengan Forum Nokia di Green Hill Universal Hotel, Bandung, Kamis (11/2/2010).
"Waktu buat aplikasi ini saya umur 10 tahun, sekarang umur saya 11 tahun. Jadi aplikasi ini selesai dalam waktu satu tahun. Menyenangkan buat aplikasi seperti ini," ujar murid kelas 6 Sekolah Dasar Cendekia, Bandung ini.
Fahma kemudian menuturkan saat pertama kali mendapat ide membuat aplikasi ini. Pada waktu itu, Fahma sedang getol mempelajari Flash. Lalu ayahnya mengarahkannya untuk membuat sesuatu yang bermanfaat.
"Saya kan suka main game, terus ayah menantang saya. Coba Fahma, daripada main game terus-terusan lebih baik buat program yang ada manfaatnya," ucap Fahma menirukan ucapan ayahnya.
Hobi Fahma memang didukung oleh kedua orangtuanya, apalagi ayahnya, yang notabene merupakan kepala laboratorium pengembang aplikasi dan teknologi WINNER di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Software buatan Fahma Waluya Rosmansyah, siswa SD Cendekia Bandung dan adiknya mengalahkan karya dari 16 negara pesaingnya. Untuk runner up diraih SpringGrass karya Chung Hwa Middle School BSB (Brunei), Auto Temperature Descension Device by Solar Power karya Foon Yew High School (Malaysia), SimuLab karya Pamodh Chanuka Yasawardene (Srilangka) dan Destine Strategy karya Rayongwittayakom School (Thailand)
"Nama aplikasi ini BHAW, singkatan dari Belajar Huruf Angka dan Warna. Aplikasi ini semacam game untuk anak-anak, membantu mereka belajar huruf, mengenal angka dan juga warna," terang Fahma.
BHAW yang dibuat Fahma ini rupanya menarik perhatian Forum Nokia dan dalam waktu dekat ditargetkan masuk ke toko aplikasi milik Nokia, Ovi Store.
Fahma yang juga hobi menulis dan bercita-cita menjadi dosen elektro seperti ayahnya ini punya segudang prestasi lainnya. Yang terbaru, pekan lalu Fahma memenangkan Kontes Imuwan Robot Cilik (KIRC) yang diadakan di Bandung Electronic Centre (BEC).
Karya Fahma berupa lampu lalu lintas berbentuk burung garuda berhasil menyabet gelar juara pertama. Kemenangan ini sekaligus menjadi tiket bagi Fahma untuk melaju ke kontes robotik berikutnya di Jakarta, untuk disaring lagi dan dipilih mewakili Indonesia untuk bertanding di Korea.
"Dari sekarang sih sudah siap-siap untuk lomba yang di Jakarta. Yang sekarang robotnya lebih canggih karena lebih lengkap alatnya. Mudah-mudahan saja bisa menang, doakan saja," kata Fahma dengan nada optimis.



Ditulis Oleh : ahmad zahrok Hari: 06.47 Kategori:

3 comments:

  1. salam kenal mas...
    saling berkunjung dan sukses ya.

    http://pelangiholiday.wordpress.com
    http://pelangiwisata.wordpress.com

    BalasHapus
  2. wah pantes aja bung,, babeh gawean nya apa, ya anak nya pasti ketularan,,

    BalasHapus

Follow Me